Bantu Lansia & Pasien, Tim Peneliti UMY Ciptakan Kupobab, Kursi Portabel Buang Air Besar

Yanuar Primanda, S.Kep., Ns., MNS. - Istimewa
20 Desember 2021 16:47 WIB LRI UMY Share :

JOGJA—Tim Peneliti Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta membuat invensi berupa kursi portabel untuk buang air besar yang berguna mengurangi risiko jatuh bagi lansia dan pasien dengan reisiko jatuh.

Terjatuh di kamar mandi merupakan salah satu peristiwa yang sering terjadi dialami oleh Lansia dan pasien, baik ketika berada di ruang publik seperti pusat perbelanjaan, rumah sakit, ataupun di ruang privat seperti rumah.

Yanuar Primanda

Berdasarkan hasil penelitian yang diketuai oleh Yanuar Primanda, S.Kep., Ns., MNS, dosen sekaligus peneliti di Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FKIK UMY), tim peneliti menyatakan bahwa banyak lansia yang mengalami jatuh di kamar mandi diakibatkan karena perubahan posisi yang tiba-tiba dan cepat, terutama dari posisi jongkok ke berdiri saat melakukan buang air besar (BAB).

Saat menggunakan kloset jongkok, banyak lansia yang kesulitan untuk bangkit, berdiri, berputar, atau mengubah posisi sehingga meningkatkan resiko terjatuh di toilet bagi lansia. Beberapa studi yang lain juga melaporkan bahwa masalah risiko jatuh merupakan bahaya yang paling mungkin terjadi pada lansia. Cedera akibat jatuh memberi dampak buruk bagi lansia yang berpotensi menimbulkan cedera yang sangat serius seperti patah tulang, kelumpuhan, penurunan kualitas hidup hingga kematian.

Berdasarkan permasalahan tersebut, Prima (panggilan Yanuar Primanda) bersama timnya membuat invensi sebuah kursi portable buang air besar yang disingkat menjadi Kupobab yang mudah digunakan. Kursi portable buang air besar (Kupobab) dengan nomor paten S00201910066 ini memiliki kelebihan dibanding dengan kursi buang air besar yang lainnya diantaranya: ringan untuk dibawa ke mana saja, mudah dilipat dan disimpan, serta bisa diatur untuk ketinggian sesuai kebutuhan.

Selain itu Kupobab ini bisa digunakan sebagai salah satu fasilitas untuk lansia dan difabel di fasilitas umum, rumah, maupun di rumah sakit yang memudahkan tenaga kesehatan maupun keluarga dalam membantu lansia mapun pasien dengan risiko jatuh untuk buang air besar untuk mengurangi kejadian jatuh saat buang air besar di kamar mandi.

Kupobab

Adapun alat dan bahan yang digunakan untuk pembuatan Kupobab ini adalah menggunakan bahan stainless untuk bagian rangka/frame, busa yang dilapisi kulit sintetis pada tempat duduk untuk kenyamanan saat buang air besar dan kemudahan untuk membersihkan serta desinfeksi, karet pelapis kaki kursi untuk menjaga kursi tidak mudah bergeser, dan pengait stainless yang dapat dikaitkan dengan kantong sebagai tempat penampung kotoran.

Sedangkan untuk aspek yang diunggulkan dari invensi ini adalah aspek pertama, kursi portabel ini ringan untuk dibawa kemana-mana misalnya saat lansia bepergian, aspek kedua yaitu diameter kursi portabel sebesar 41 x 45cm untuk kenyamanan, aspek ketiga kursi ini dapat dilipat sehingga tidak memakan banyak tempat untuk penyimpanan, aspek keempat yaitu berat beban yang mampu ditahan oleh kursi portable mencapai 70 kg, aspek kelima yaitu tinggi kursi portabel 37 cm dan bisa diatur sesuai kebutuhan, aspek keenam yaitu bahan tempat duduk diberikan busa dan kulit sintetis yang nyaman saat diduduki dan mudah untuk dibersihkan.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa hubungi [email protected] atau mengunjungi www.lri.umy.ac.id. (ADV)